Yulisman Buka Musda VI DPD II Golkar Rohil

Yulisman Buka Musda VI DPD II Golkar Rohil
Yulisman Buka Musda VI DPD II Golkar Rohil

BAGANSIAPIAPI -  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Rokan Hilir resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI yang berlangsung di salah satu hotel dikota Bagansiapiapi pada Sabtu (3/10).

Acara ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus evaluasi perjalanan politik Golkar di daerah, dengan mengusung tema besar "Golkar Indonesia, Indonesia Golkar."

Musda VI Golkar Rohil dihadiri jajaran pengurus partai, pimpinan organisasi sayap, unsur pemerintah daerah, serta pimpinan partai politik sahabat. Kehadiran tokoh-tokoh penting menegaskan posisi Golkar sebagai partai besar yang terus menjaga eksistensi di panggung politik lokal maupun nasional.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Nasruddin Hasan, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan. Ia menekankan bahwa Musda ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah untuk memperkuat komitmen kebersamaan dan arah perjuangan partai.

Acara semakin bermakna dengan kehadiran Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, H. Yulisman. Kehadirannya menjadi simbol dukungan penuh terhadap konsolidasi Golkar di tingkat kabupaten.

Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, juga hadir dalam Musda. Kehadiran kepala daerah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan partai politik dalam mendukung pembangunan daerah.

Ketua DPD II Partai Golkar Rohil periode 2021–2026, H. Afrizal Sintong, S.IP, MSi menyampaikan laporan perjalanan partai, termasuk capaian suara dan kursi legislatif dari periode ke periode.

Ketua DPRD Rohil Hj. Ilhami bersama 10 anggota Fraksi Golkar turut hadir. Hal ini memperlihatkan kekuatan politik Golkar yang solid di lembaga legislatif daerah.

Selain internal Golkar, hadir pula Ketua DPC Partai Gerindra Rohil H. Sulaiman. Kehadiran partai sahabat menegaskan pentingnya komunikasi lintas partai dalam menjaga stabilitas politik daerah.

Selain itu, Organisasi sayap seperti AMPG, KPPG, Al-Hidayah, HWK, MDI, dan Satkar Ullama turut memenuhi arena Musda. Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan penuh terhadap keberlangsungan Golkar di Rohil.

Afrizal Sintong memaparkan perjalanan suara Golkar di DPRD Rohil. Dari 31.526 suara pada Pemilu 2004 dengan 8 kursi, meningkat menjadi 57.865 suara dan 12 kursi pada 2009, lalu turun menjadi 6 kursi pada 2019. Namun, pada Pemilu 2024, Golkar bangkit dengan 74.207 suara dan 10 kursi.

Untuk DPRD Provinsi Riau, Golkar mencatat 67.819 suara (2 kursi) pada 2014, turun menjadi 52.000 suara (1 kursi) pada 2019, lalu kembali naik menjadi 78.729 suara (2 kursi) pada 2024.

Dominasi di DPR tingkat DPR RI, Golkar mendominasi dengan 163.000 suara atau 51% total suara di Rohil. Capaian ini diperkuat oleh suara individu caleg seperti Dr. Karmila (50.000 suara) dan Maharani (52.000 suara).

Data tersebut menunjukkan tren kebangkitan Golkar di Rohil. Setelah sempat mengalami penurunan, partai kembali menguat dengan dukungan masyarakat yang signifikan.

Afrizal Sintong menegaskan loyalitasnya terhadap pimpinan partai dan menyatakan kesediaan menyerahkan estafet kepemimpinan demi keberlanjutan organisasi.

Musda VI Ini diharapkan menjadi momentum lahirnya kebijakan strategis yang mampu memperkuat posisi Golkar di Rohil, sekaligus memperkokoh kontribusi partai terhadap pembangunan daerah.

Dengan semangat kebersamaan, Musda VI Golkar Rohil menjadi tonggak penting perjalanan partai. "Golkar Indonesia, Indonesia Golkar" bukan sekadar slogan, melainkan tekad nyata untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan daerah. (zal)

Berita Lainnya

Index