Dorong Inovasi Pengolahan Ikan Salai dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Desa,

Tim Pengabdian Pascasarjana UNRI Hadir di Desa Tualang Jaya, Siak

Tim Pengabdian Pascasarjana UNRI Hadir di Desa Tualang Jaya, Siak
Tim Pengabdian Paacasarjana UNRI Hadir di Desa Tualang Jaya, Siak

Siak, 12 Agustus 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pascasarjana Universitas Riau melalui skema DIPA UNRI melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tualang Jaya, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau. Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Ali Asfar, M.Si. ini berfokus pada pengembangan inovasi pengolahan ikan salai untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi mpemasaran. 

Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung dengan menghadirkan sejumlah materi yang berkaitan dengan rantai pengembangan usaha ikan salai, mulai dari proses produksi, pengelolaan usaha, pengemasan hingga pemasaran.

Empat Materi Utama Pengabdian

Dalam kegiatan tersebut, Tim Pengabdian DIPA UNRI menyampaikan empat materi utama yang disesuaikan dengan kompetensi masing-masing narasumber.

Pertama, materi Pengasapan Ikan Salai disampaikan oleh Dr. Benny Heltonika, M.Si. Materi ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai teknik pengasapan ikan yang baik, termasuk proses pengolahan yang dapat menghasilkan ikan salai dengan kualitas lebih baik, cita rasa yang konsisten, serta memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Peningkatan kualitas proses pengasapan menjadi fondasi penting untuk menghasilkan produk yang layak dikembangkan sebagai komoditas unggulan masyarakat.

Kedua, materi Manajemen Usaha disampaikan oleh Dr. Wan Muhammad Yunus, MT. Materi ini menekankan pentingnya pengelolaan usaha secara lebih sistematis, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan biaya dan produksi, penentuan harga, pencatatan keuangan, hingga pengembangan usaha. Masyarakat didorong untuk tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memahami aspek manajerial sebagai bagian penting dalam keberlanjutan usaha.

Ketiga, materi Packaging atau pengemasan disampaikan oleh Dr. Ali Asfar, M.Si. Dalam sesi ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan sebagai bagian dari peningkatan nilai tambah produk. Kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi media untuk membangun identitas, meningkatkan daya tarik konsumen, menyampaikan informasi produk, serta meningkatkan citra ikan salai sebagai produk pangan lokal yang memiliki potensi pasar lebih luas.

Keempat, materi Pemasaran disampaikan oleh Dr. Zulkarnaini, M.Si. Materi ini membahas strategi pemasaran produk ikan salai agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Masyarakat diperkenalkan pada pentingnya identifikasi pasar, penentuan target konsumen, strategi promosi, penguatan merek, pemanfaatan media digital, serta membangun jejaring pemasaran. Pendekatan pemasaran diarahkan agar produk ikan salai tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi memiliki peluang untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Keempat materi tersebut dirancang secara terintegrasi. Pengasapan menjadi dasar peningkatan kualitas produksi, manajemen usaha memperkuat kemampuan pengelolaan bisnis, packaging meningkatkan nilai tambah dan daya tarik produk, sedangkan pemasaran membuka peluang perluasan pasar.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan pengabdian tidak hanya memberikan pengetahuan teknis kepada masyarakat, tetapi juga mendorong terjadinya transformasi dalam cara masyarakat memandang produk ikan salai. Produk yang sebelumnya lebih banyak diposisikan sebagai pangan olahan tradisional diarahkan untuk dikembangkan menjadi produk unggulan lokal yang memiliki kualitas, identitas, nilai ekonomi, dan daya saing.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ali Asfar, M.Si., menegaskan bahwa potensi ikan salai di Desa Tualang Jaya perlu dikembangkan melalui inovasi yang menyentuh seluruh mata rantai usaha.

“Kita ingin mendorong masyarakat agar ikan salai tidak hanya menjadi produk konsumsi, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi yang memiliki nilai tambah. Karena itu, aspek produksi, manajemen usaha, kemasan dan pemasaran harus berjalan secara terpadu,” jelas Dr. Ali Asfar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen Universitas Riau dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Tim Pengabdian DIPA UNRI berharap masyarakat Desa Tualang Jaya mampu meningkatkan kualitas produk, mengembangkan usaha secara lebih profesional, memperluas akses pasar, serta meningkatkan pendapatan melalui pemanfaatan potensi perikanan lokal.

Ke depan, pendampingan diharapkan dapat dilanjutkan melalui penguatan kelembagaan usaha, pengembangan merek produk, inovasi kemasan, digitalisasi pemasaran, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan jejaring pasar.

Dengan sinergi antara inovasi teknologi, manajemen usaha, packaging, dan strategi pemasaran, ikan salai Desa Tualang Jaya diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan bernilai ekonomi tinggi sekaligus menjadi penggerak pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Siak. **rls

Berita Lainnya

Index